:: cintailah Allah di atas segalanya ::

Diusia pernikahannya yg menginjak tahun ke-15, dengan anak2 yg sudah beranjak remaja dan karir suami yg sedang gemilang, seharusnya tidak ada lagi yg patut dikhawatirkan oleh perempuan cantik itu. Namun entah mengapa sudah tiga hari belakangan ini matanya susah terpejam, nafsu makannya hilang dan rasa pilu menghujam hatinya. Bagaimana tidak, tanpa sengaja dia menemukan sebuah pesan singkat dari handphone suaminya. Awalnya tidak ada niat untuk membuka, karena Ia sangat percaya pada lak-laki yg sudah mendampinginya selama 15 tahun ini, namun entah mengapa hatinya tergerak ketika Hp suaminya berbunyi seperti ada pesan masuk, saat suaminya sedang di kamar mandi. Tanpa rasa curiga, dibacanya isi pesan yg masuk… sangat singkat, tapi sanggup memucatkan paras ayu wanita itu.

“kangeen kamu, sayang..” . Hanya tiga kata.. Tapi serasa disengat lebah, ditusuk duri, disayat sembilu.. Tidak percaya pada isi sms itu.. Dibaca ulang siapa pengirimnya, Perempuan itu kenal pengirimnya.. bukankah itu teman bisnis suaminya..? Bahkan wanita itu pernah beberapa kali berjumpa dengannya. Astagfirullah al adziim.. berkali-kali bibirnya melantunkan istigfar, berusaha keras menenangkan hatinya.

Setelah suaminya mandi, dia tanyakan baik-baik perihal sms tadi, namun dengan nada bergurau suaminya meyakinkan itu cuma iseng belaka. Namun batinnya tidak mampu dibohongi, Ia tetap mencium gelagat tidak baik pada suami yg telah begitu setia padanya.

Akhirnya kecurigaanya terbukti, tanpa sengaja Ia melihat dengan mata kepala sendiri suaminya berjalan dan bergandengan mesra dengan wanita yg pernah mengirimkan sms mesra tempo hari, kali ini tidak ada keraguan lagi… Tidak berhenti air matanya mengalir membasahi pipinya, entah sudah berapa lusin piring yg terbang di tengah rumah, entah sudah berapa buah kristal yg pecah dibantingnya. Dia betul-betul kecewa.. sangat kecewa.. telah dikhianati habis2an oleh orang yg selama ini sangat dipercayanya, tempat Ia bergantung dan bersandar..

————————

Sahabatku yg dikasihi Allah Ta’Ala,

Cerita di atas hanya fiksi belaka, namun bukan tidak mungkin terjadi pada orang-orang disekeliling kita. Sahabatku, baik kita sadari maupun tidak, seringkali kita menggantungkan harapan dan bersandar sedemikian lekat pada orang-orang yg kita kasihi dan sayangi. Memang tidak ada yg salah untuk itu, sangat manusiawi dan wajar. Namun sahabatku, usahlah rasa sayang dan cinta kita pada sesama mahluk melebihi rasa sayang dan cinta kita pada Allah Ta’Ala..

Tidak akan pernah kita kecewa dan sedih jika segenap hati dan jiwa hanya bersandar dan bergantung pada Allah Ta’Ala.. Tidak akan pernah penyesalan apapun muncul jika kita mencintai seseorang dan membencinya pun hanya karena Allah Ta’Ala semata…

Hatimu akan jauh lebih tentram, jiwamu jauh akan lebih tenang, jika hanya Allah Subhana Hu Wa Ta’Ala saja yg engkau jadikan tujuan hidupmu. Tidak ada yg salah mengasihi dan menyayangi suami/istrimu namun kasihi dan sayangilah mereka karena Allah Ta’Ala semata, sehingga rumah tanggamu selalu diberkahi-NYA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s